Powered By Blogger

Rabu, 11 April 2012

Apakah Anda Adalah Tuhan ? Ataukah Tuhan ada dalam diri Anda ?

Seriusan ini man, gapapa kan sekali-sekali. Hehe
Jadi tulisan ini gue angkat dari kisah orang-orang di sekitar gue beberapa hari yang lalu bahkan masih berjalan sampai sekarang. Suatu kisah dimana gue berperan ganda sebagai seorang anak dan seorang wanita yang ingin di dengar juga suaranya. Gue disini gak bermaksud menjelekan beberapa pihak ataupun membanggakan orang tua gue. Dari sejak lama gue sering berbeda argumen alias visi misi sama orangtua gue, khususnya bokap dalam beberapa hal. Iya emang gak semuanya sih, masa iya gue tega berbeda misi dengan beliau hanya karena makanan atau selera musik? Dalam dua hal itu, gue sama bokap sealiran tapi dalam hal lain, gue sering beda pendapat TAPI gue gak mau memojokan bokap kalo pendapatnya itu salah atau yang bener itu gue semua. Di suatu perbincangan, kita boleh beda pendapat tapi gue bisa sependapat sama beliau jika yang beliau katakan itu sama dengan inti dari sesuatu yang gue mengerti.
Jadi tidak selamanya, gue kontra sama pendapat bokap tapi ada kalanya gue bisa pro sama pendapat bokap yang gue rasa masuk logika.

Tapi gue gak suka sama orang-orang yang menyampaikan pendapatnya sesuka hati tanpa mendengar pendapat orang lain. Gue gak akan menolerir orang yang gak punya aturan menyampaikan pendapatnya. Kalo gak tau tata krama mengeluarkan pendapat, jangan BERPENDAPAT! Kalo gak ngerti pokok permasalahannya gak usah sok ikutan mengeluarkan pendapat! Jangan sotoy woy! Jangan asal dengar kebenaran dari pihak A tanpa mendengar kebenaran dari pihak B, C atau D. Jangan mempengaruhi orang lain kalau pendapat anda paling benar apalagi sampai orang lain itu berani menjelekan orang yang tidak bersalah. Apakah anda adalah Tuhan, huh?

Intinya bokap gue gak selamanya benar, jika beliau salah gue tidak segan menegurnya. Jika pendapatnya keluar dari topik, gue akan berusaha menasehatinya. Kalian yang tidak tahu pokok permasalahannya dan SOK mengeluarkan pendapat, sangat tidak berhak menghakimi suatu pihak yang elo sendiri mendengar yang ‘abu-abu’ tentang mereka. Tanyakan dulu Mengapa dan Bagaimana awal kejadiannya. Kalau anda merasa sangat mengerti tentang Firman Tuhan, gue harap anda juga mengerti cara mengemukakan pendapat yang benar. Dan bersiaplah menerima pendapat orang lain dan hasil keputusan sang ketua. Kalau anda merasa benar, mengapa harus menghindari kebenaran? Mengapa merasa diri tidak layak untuk menyampaikan kebenaran?

Manusia itu diciptakan sangat berbeda satu sama yang lainnya tapi tahukah anda tujuan utama manusia di ciptakan? Untuk SALING MELENGKAPI bukan untuk saling MENGHANCURKAN! Bila terlihat salah cobalah untuk menasehati tetapi jangan memaksa untuk di dengar! Bila kepergok salah, akuilah jangan disimpan terus menerus. Pernah dengar pepatah lama ini kan ‘Sepandai-pandainya mayat di simpan, tercium juga akhirnya bau busuknya.’ Kesalahan itu tidak untuk di simpan tetapi untuk di akui lalu di perbaiki. Gak mau kan orang tidak bersalah lainnya turut menanggung akibat dari kesalahan kalian? Benarkah Tuhan ada dalam diri anda?

Sebenernya emang rada maksa sih tapi ya maaf cuma itu yang bisa gue peringatkan. Bukan bermaksud menggurui yang sudah tua tetapi hanya ingin memihak yang tidak bersalah Lihat diri anda di cermin, lihat anak-anak anda, saudara anda dan orang yang anda sayang yang lainnya. Gue disini mendoakan dan sangat mendukung pengakuan anda. TIDAK ADA KATA TERLAMBAT! Gue sangat peduli dengan masalah ini. Mari mulai dari awal!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar