Powered By Blogger

Minggu, 26 Februari 2012

Sorry for untitled again..


Setiap orangtua itu sama saja, menginginkan nasib anaknya lebih baik dari mereka. Bila mereka melihat anak orang lain lebih sukses, mereka pasti bertanya-tanya “Kapan anak gue bisa seperti itu?”. Merekapun lalu berharap bila suatu hari nanti, kita, anak-anaknya bisa menjadi lebih baik dari orang-orang sukses itu.

Beberapa anak menganggap orang tua mereka cerewet, terlalu banyak menuntut dan yang jelek-jelek lainnya. Termasuk gue. Menurut gue, orang tua gue itu terlalu terkontaminasi sama berita-berita baik yang datang dari saudara-saudara nan jauh disano. Apalagi nyokap, kalo uda denger anaknya saudara gue baik dikit aja, pasti beliau langsung berkicau sepanjang hari. Bukannya durhaka sama orangtua sih, tapi kenapa gitu ya, gak punya cara lain yang lebih baik daripada berkicau. Boleh sih berkicau, tapi ya jangan sepanjang hari dong. Kuping plus hati jadi panas nih mom! Atau pake cara lain yaitu, berdoa. Jadi ya berdoa aja, simpan berita baik yang datang silih berganti lalu sebut nama anak kalian di doa kalian. Itu cara lain pertama.

Cara lain kedua bisa dengan menyampaikan kabar baik itu secara halus, tanpa ada asas penyindiran atau pembandingan. Contoh:
“Nak, tau gak sepupu kamu yang tinggal di X itu, dia sekarang kerja dimana hayo?”
“Masih di kantor Y itu kan ma?”
“Bukan. sekarang dia uda gak kerja soalnya lagi disekolahin sama perusahaannya di Jakarta.”
“Ya berarti kan masih kerja di kantor Y, ma.”
“Tidak, dia udah pindah di bank. Bank itu loh yang paling ternama, bank Z.”
“Owh. Hebat ya.”
“Banget. Mama harap kamu nanti bisa lebih baik dari dia ya. Jadi harus lebih semangat dan bekerja keras lagi dari sekarang.”
“Siap ma! Doain juga yaa.”
Nah, enak kan kalo percakapannya macam di atas itu. Emang sih, setiap manusia itu berwatak berbeda. Ada yang keras, lembut bahkan lembek. Demikian juga antara Orangtua dan anak. Kadang kalo orangtuanya  punya watak baik, anaknya juga. Ada juga yang orangtua berwatak lembut, anaknya kepala batu banget alias keras. Mungkin juga ada orangtua punya watak keras tetapi anaknya lembut banget sampai lembek. Gak tau tuh gimana bisa begitu, tapi kalian pernah denger juga kan ya yang seperti itu?

Jadi semua itu memang butuh penyampaian yang bagus. Misalnya kayak seorang Phsycolog. Kalo seorang Phsycolog itu gak banyak solusi untuk pasiennya, ya gak lama-lama deh dia jadi Phsycolog. Bahkan bisa jadi pasien yang lebih “sakit” dari pasien-pasien sebelumnya. Soalnya kenapa, yang namanya pasien itu kan sudah sakit, nah sebagai seorang phsycolog yang lebih dari dokter, dia harus lebih inovatif dong menangani pasiennya. Gak seperti dokter yang cuma bisa kasi obat yang sama pada setiap keluhan tanpa ada memberi masukan lain. Betul tidak?

Intinya disini adalah komunikasi. Untuk para orangtua, sampaikan keinganan anda kepada anak-anak anda dengan se-kreatif mungkin. Dan anda sahabat, mari kita  lebihmembuka pikiran kita alias open minded supaya kita bisa mengambil setiap sisi positif dari apapun yang orangtua kita harapkan kepada kita dan teruslah berjuang sekuat tenaga. Satu lagi, jangan lupa berdoa. Ora et Labora. Salam Zuupeer. Maria Teguh #eaa

Selasa, 14 Februari 2012

seriously Em forever alone EVERY single Feb 14.

                                                      NGEEKKK~

Minggu, 12 Februari 2012

PACAR

Menurut gue, pacar itu bukan berarti the closest boy/girlfriend. Emang agak abnormal sih kedengarannya tapi beberapa orang pasti setuju sama statment gue barusan. Beberapa artis menganggap pacar adalah sesuatu yang paling dekat dengannya(mungkin). Contohnya @Petra_sihombing, gue pernah mergokin dy upload photo yang ia beri judul “pacar baru kelahiran (berapa gitu, gue yang lupa tahunnya)” dan setelah gue buka ternyata yang di upload adalah sebuah sound system baru yang baru dimilikinya. @Morgan_oey juga pernah meng-upload photo yang dy klaim sebagai pacarnya eh tapi ternyata gambarnya bukan seorang wanita melainkan suatu barang. Dan yang terakhir adalah gue, gue pas SMA dulu menganggap sepeda motor Supra Fit keluaran tahun 2005 gue sebagai pacar. Gimana engga, setiap hari gue kemana-mana sama dy. Kejadian senang, sedih bahkan tragis juga gue alami bareng dy. Lebih dari pacar kan kalo gitu namanya. Mungkin saat itu juga karena keadaan gue sedang gak punya pacar, jadi gue sampai menganggap bahwa sesuatu itu pacar gue. Tapi untuk kedua artis yang gue sebutin diatas, gue gak tau alasannya karena pas gue tanyain ke mereka, mention gue gak di bales #nyalainshower
Kalo orang yang sudah berpacaran, selalu memanggil pacarnya dengan “sweety, honey, baby, darling, cinta, sayang” dll. Nah sekarang masalahnya, panggilan-panggilan tersebut tidak selalu di tujukan kepada pasangan kita. Di dunia perkuliahan misalnya, mereka memanggil teman mereka dengan embel-embel “ciinnn” di belakangnya. Semisal “Eh elo kemaren kemana aja sih CIINNN, gue cariin kemana-mana lho”. Kalian tidak dilarang untuk mendefinisikan bahwa mereka sedang pacaran lhoo. Haha. Sekarang ya, kalo peran seorang “pacar” itu mampu di gantikan dengan sesosok orang sesama gender atau sesuatu yang dekat dengan kita, apa salahnya menyebut mereka pacar?
Sekarang ya, ngapain sih kalian ribet banget untuk mempunyai sesosok pacar? Kalo yang kalian cari itu seseorang yang bisa able kapanpun lo mau. Kenapa harus pusing mencari seseorang, sesuatu juga banyak kan yaa. Tapi kalo lo nemuin ada orang yang seperti itu, gue rasa dy ada keturunan alien ato makhluk lain yang bukan berasal dari bumi deh. Sapa sih orang yang selalu ada saat kita sedih, nangis, kecewa, senang, ketawa, dll, gue rasa gak ada deh. Coba bayangin, pas elo lagi BAB trus lo kesakitan karena susah mengeluarkannya trus sampe bikin lo nangis, trus lo pengen ada pacar lo yang nemenin gitu? Sakit parah lo, kalo pernah berpikiran seperti itu. Lebih sakit, kalo ada orang yang melakukan itu. Haha
Jadi gue saranin, kalo kalian menyebut pacar kalian i mean pasangan atau sesosok orang yang benar-benar kalian cari selama ini, jangan sebut mereka dengan “sweety, honey, baby, darling, cinta, sayang”. Kalo gue sih, lebih suka di panggil Dear sama “pacar beneran” gue karena nama gue mengandung kata itu. Diarni, kata bokap artinya anak perempuan tersayang. Iya itu, dear jadi diar untuk mempermudah ejaan. Lanjut, kenapa gue milih lebih suka d panggil dear, ya karena lebih gak pasaran aja kalii. Trus, kan ada gosip tuh katanya ada alasan kenapa laki-laki lebih suka manggil pasangannya “sweety, honey, baby, darling, cinta, sayang”, yaitu untuk menghidari kesalahan manggil selingkuhannya. Tapi semua terserah padamu, gue mah bodo amat. Sekian.

Life is a CHOICE

Judulnya emang umum banget karena emang kehidupan itu adalah pilihan. Setiap orang, setiap harinya di perhadapkan dengan berbagai pilihan. Beberapa orang tidak menyadari bahwa setiap detik kehidupannya adalah hasil dari sebuah pilihan yang tidak sengaja mereka pilih. Beberapa lagi menyadari bahwa hidup itu adalah pilihan, mereka memilih sesuatu yang benar dan memperbaiki sesuatu yang salah di kehidupan mereka. E buset, tumben banget gue bisa ngomong bener seperti ini. Haha. Gapapa, sekali-kali gitu yaa :D
Lanjut! Contohnya saudara gue, sebut saja Putra(bukan nama sebenarnya). Putra ini umurnya setahun lebih tua dari gue dan dia terlahir di keluarga yang bisa di bilang broken home. Bapaknya dari kecil uda tergolong lelaki “nakal” yang mungkin bawaan dari orangtuanya, Ibunya jadi ikutan “gak bener” gara-gara kenal sama bapaknya. Nah karena kedua orangtuanya seperti itu, tanpa diberikan waktu untuk memilih, Putra akan mewarisi sikap “ajaib” orangtuanya tersebut, begitu pula adik-adiknya. Seiring berjalannya waktu, Putra memilih untuk berusaha merubah sikap buruknya. Beberapa kerabat yang tidak sedarah tetapi seiman yang di sekitarnya berusaha membantunya dan bisa di bilang mempertaruhkan nyawanya supaya Putra gak jatuh lagi ke “lembah hitam”. Gue salut. Tetapi disini gue gak begitu percaya bahwa Putra bisa berubah karena menurut gue, Putra ini uda 20 tahun mengidap “sakit jiwa” . Jadi kalau hanya dari dirinya saja, tanpa orangtuanya, yang mempunyai kemauan untuk berubah, its nothing! Usahanya itu sia-sia. Dan benar saja, Putra jatuh bangun dalam usahanya memperbaiki diri. Disini gue bener-bener menyalahkan kedua orangtuanya, karena mengapa orangtuanya tidak memiliki sifat seperti anaknya?  Mungkin mereka memilih untuk acuh tak acuh tentang masa depan anaknya, toh anaknya itu sudah besar dan pasti bisa berubah seiring berjalannya waktu. Oh, come on parents! Sadarkah kalian bahwa sedewasa apapun anak-anak kalian, tetapi bila tanpa dukungan dari kalian, usaha mereka akan lama menunjukan hasil. Beberapa orang berpikir bahwa where there is a will, there is a way. Yeah, thats so true! But remember, sebuah kemauan tanpa di dorong oleh orang-orang terdekat adalah sesuatu yang nihil. Orang-orang terdekat Putra adalah orangtuanya, orangtua kandung! No one else. Bahkan ketika Putra menangis sebegitu sakitnya tetapi bila orangtuanya tidak menyadari itu, tidak menutup kemungkinan bahwa ia berpura-pura. Intinya, usaha Putra untuk memperbaiki sifat adalah pilihan yang luar biasa termasuk orang-orang yang sudah mempercayainya dan mendukungnya. Tetapi pilihan orangtuanya lebih berpengaruh untuk hasil usaha Putra tersebut. Dalam case ini, gue saranin kepada suporter Putra supaya lebih memilih memperhatikan keluarganya juga. Orangtua plus adik-adiknya. Mempercayainya seseorang itu perlu tetapi jangan menutup mata untuk tindakan tak terduga dari seorang Putra karena sifat dari kecilnya lebih lama melekat di jiwanya daripadi semangat kalian yang Putra dengar beberapa tahun belakangan ini. Dan untuk orangtua Putra, gue terus berdoa supaya kalian juga memilih seperti apa yang anak kalian harapkan untuk masa depannya.
Sebelumnya gue minta maaf, karena disini gue gak mau menjelekan saudara gue sendiri tapi gue cuma ingin berbagi. Mungkin aja ada yang punya cerita sama dan kita bisa sharing. Gue disini memilih untuk netral, tidak memihak Putra, suporter apalagi orangtua Putra. Tidak ada maksut men-judge atau mengedukasi beberapa pihak tetapi berusaha menilai sisi positif yang ditimbulkan karena hidup adalah pilihan. Pilihan bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan tetapi sesuatu yang indah untuk kehidupan kita mendatang. Jadi berdoalah sebelum menentukan suatu pilihan anda. Sekian.





                                                   i want life like this