Powered By Blogger

Selasa, 03 September 2013

Anjing ku malas, anjing ku malang..

Happy birthday, Miko! Yup, tulisan ini gue persembahkan untuk Miko sebagai kado peringatan setahunnya menjadi anggota baru dirumah gue. Miko adalah nama anjing gue. Nama Miko sebenarnya bukan dari gue, tapi dari pemilik lamanya. Benar, gue diberi anjing itu dengan gratis. Jadi daripada susah-susah memberinya nama, dan membiasakannya dengan panggilan nama barunya, lebih baik pakai nama lamanya. Toh nggak jelek-jelek amat nama Miko untuk seekor anjing, bagusan malah menurut gue. Karena saat itu lagi heboh-hebohnya film pendeknya Radhitya Dika, Malam Minggu Miko. Dan kebetulan jadi nama mantan temen gue. Cocok sudah. HAHAHA.
Miko adalah blasteran Kintamani, warnanya coklat, mukanya melas, hobby makan + tidur di pagi hari dan menggonggong gak jelas dimalam hari (belakangan diketahui ternyata dia sedang dalam proses memburu tikus yang sulit digapainya). Dari wajahnya sudah terlihat bahwa Miko punya masa lalu yang kelam. Menurut pemiliknya sebelum gue, Miko ditemukan sendirian di sebuah pos satpam perumahan sedang selonjoran dan kedinginan karena saat itu sedang hujan. Setelah itupun penderitaan Miko belum berakhir. Karena ibu dari pemilik lamanya tidak begitu menyukai anjing maka pada saat sang ibu ada di rumah pemilik lama, maka Miko pun harus disembunyikan di gudang gelap bawah tanah sendirian(lagi). Cukup dramatis bukan?
Mungkin benar bahwa Miko sempat dibuang oleh majikan lamanya karena Miko termasuk anjing yang pasif. Saking pasifnya, bertemu orang baru/asing pun dia hanya lewat saja. Tidak menggonggong seperti anjing lain lakukan. Hal itulah yang membuat  mukanya terlihat sangat melas sekaligus menggemaskan. Saking menggemaskannya Miko sering menjadi ‘boneka’ kelinci percobaan buat gue dan adik-adik gue. Miko pernah dipaksa memakai baju boneka kesempitan, dipake-in topeng Iron man, dipaksa jalan dengan dua kaki sampai, dijadiin model catwalk dengan di dandani super kece. Ajaibnya, Miko diam saja. Tidak ada perlawanan sedikitpun. Pasif. Pasif sama pasrah beda tipis sih.  
Lil monster (adik gue yang bungsu) sayang banget sama anjing satu ini. Beda dengan bokap. Bokap gue sangat anti sama bulu binatang even itu bukan bulu kucing yang sudah terbukti mematikan. Semua bulu yang berserakan dilantai membuat penyakit asmanya kambuh. Ya, beliau alergi udara kotor #pfft. Tapi syukurnya, Miko punya satu kelebihan yang bisa bikin bokap mengijinkannya tetap tinggal disini. Miko expert in catch a mouse, yeah! Saat itu pikiran bokap, cuman Miko yang bisa melakukan hal ini tetapi ternyata ada temannya yang bercerita bahwa anjingnya juga suka memburu tikus. Poor Miko, bokap gue semakin benci sama Miko. Apalagi beberapa minggu ini, Miko belum membunuh satu tikus sama sekali. Bagaimana tidak, tikus yang suaranya gerudukan diatap, Miko malah larinya ke dapur. Sepertinya ada yang salah sama pendengaran Miko. Berkali-kali gue teriakin kalau tikusnya diatap, eh Miko malah buang muka begitu saja. Kurang ajar bener itu anjing, kagak ngerti bahasa manusia. Ckckck. Satu lagi mengenai pendengeran Miko. Kupingnya alergi petasan. Buktinya setiap ada petasan heboh, dia selalu lari kekamar gue dan sembunyi di kolong kasur gue.
‘Miko-miko, kesini cepat, ada petasan!’ teriak gue saat malam takbiran bulan lalu. Miko pun menghampiri gue kemudian menaruh kepalanya langsung di paha gue. What a cute!  Miko pengen dilindungi, saudara. HAHAHA
Saking bencinya sama Miko, bokap selalu mengajukan tawaran dengan lil monster untuk menggorok anjingnya kemudian beli yang baru yang bulunya lebih sedikit dari Miko. But the answer always big NO! Karena saking sayangnya sama Miko, lil monster tidak setuju  apapun yang bokap tawarkan. Walaupun ditukar dengan anjing Siberian Husky, Miko tetap menjadi anjing favoritnya, entah mengapa. Perjuangan lil monster pun berhasil,  Miko tinggal lebih lama dirumah gue. Congratulation Miko, we love you :*

Minggu, 01 September 2013

Ce I eN Te A

Ngomongin hal yang satu ini memang tidak ada habisnya. Banyak part yang mendukung terjadinya sebuah debar dalam dada yang kebanyakan orang sebut sebagai cinta. Mulai dari pacaran, PDKT, selingkuh, diselingkuhin, susah move on, CLBK, suka sama anak yang lebih muda dari kita bahkan dari yang umurnya jauh lebih tua dari kita, dll. Jadi kalau lo gak mengalami salah satu part tersebut diatas maka, itu belum bisa disebut cinta #tsah
Dan saat ini gue ingin membagikan kisah yang (hampir) bisa disebut cinta, yang gue alami beberapa bulan terakhir ini. Sebut saja namanya Putra, dia 6 tahun lebih muda dari gue. Yup, berondong bro. Apa? Phedofil? Phedofil itu yang umurnya 15-25 tahun lebih muda kalik. Kalau masih 5-10 tahun lebih muda kayaknya masih wajar deh, kayaknya. Putra temen deket adek gue, dia juga temen segereja gue sih. Benar, witing tresno jalaran soko kulino lagi. Ini bocah intens banget smsin gue, dari mulai (entah) serius sampai gombal abis. Dari mulai twitter mention-mentionan sampai DM-DMan tiap hari. Dari gue cuekin sampai akhirnya gue tanggepin eh malah dia capek, trus mundur pelan-pelan. Padahal saat itu gue sedikit ngerasain deg-degan pas mau ketemu dia di gereja. Tapi biasa saja setelah akhirnya gue tahu kalau dia butuh gue jadi kakak. Nggak lebih. Iya, gue tahu ternyata dia lebih menyukai cewek lain yang sepadan dengannya. Dari mulai bentuk badan dan mukanya. HAHAHA. Mungkin Putra mendekati gue dengan tujuan mencoba latihan untuk lebih berani mendekati cewek yang ditaksirnya kali ya. Gue sebenernya juga gak berharap banyak sih dari Putra, lagian maklum lah secara dia lebih muda dari gue. Jadi mulai detik itu, gue berpikir kalau gue emang bukan akan jadi pacarnya, tapi lebih asyik jadi kakaknya. Gue mulai membiasakannya untuk memanggil gue ‘Mbak’ daripada ‘kamu’ seperti sebelumnya. Gue pun membiasakan diri memanggilnya ‘Dek’ untuk lebih mempererat tali persaudaraan kita layaknya kakak-adik yang sesungguhnya. Walaupun beberapa orang bilang, pacaran adalah kakak-adek-an yang tertunda. Halah. 

Kisah gue yang kedua adalah gue (akan) dijadikan yang kedua. Iya, wanita mana yang ingin dijadikan kedua. Walaupun sebenarnya jadi yang kedua saat itu adalah trend ababil jaman sekarang sih. Tapi gue kan bukan ababil, sudah tobat jadi ababil lebih tepatnya. Jadi sebelum gue sah dijadikan yang kedua, gue tersadar dari mimpi indah berbalut kenyataan pahit itu. Ceritanya berawal dari Blackberry Messengger as always. Gue yang saat itu newbie of Blackberry user, dikirimin banyak pin BB dari temen SD, SMP, SMA, Kuliah hingga nggak tau teman dari mana lagi yang ngirim pin BB itu. Efeknya gue membabi buta menginvite semua pin BB dari narasumber yang jelas-gak jelas tersebut, dan syukurnya mereka tidak ada yang menolak undangan pin BB gue. Walaupun gue rasa, mereka kenal-gak kenal sama gue. Khususnya teman-teman SD gue. For your info, gue dulu jaman SD adalah seongok gadis kecil  yang gak jelas bentuk mukanya karena saking gendut dan anehnya model rambut gue. Jadi kalau mereka tau seongok gadis kecil itu berubah menjadi seorang wanita yang lucu, imut dan menggemaskan gini mereka pasti percaya gak percaya. Agak lebay sih, tapi ini kenyataan loh. Beberapa teman SD gue mengakui hal tersebut, khususnya si Steve (bukan nama sebenarnya). Yup, Steve inilah tersangka yang ingin menjadikan gue pacar keduanya sekaligus menjadi korban photoshop foto yang sering gue jadikan display picture for BBM gue. HAHAHA.
Steve: Hi, ini sapa ya?
Me: Temen SD lo, bro!
Steve: Masa sih. Yang mana ya?
Me: Yang pernah duduk sebangku pas UAS. Pas kelas 6. Inget?
Steve: Kirim photo yang jelas dong :D *ini modus yang pertama*
Tanpa prasangka apapun gue mengirimkan photo (asli tanpa photoshop, tapi yang paling bagus dari 5x jepretan) gue. Dicaptionnya gue tulis, “Sorry belum mandi :p” alih-alih supaya kalau menurutnya jelek, dia bisa maklum kan “Oh ternyata belum mandi cantiknya seperti ini.” Halah.
Beberapa minggu setelah itu, gue mengupdate status di BBM dan Steve mengomentarinya dengan ngechat gue  panjang x lebar = luas. *modus kedua*
Disini gue meladeni Steve karena gue ngerasa Steve tidak punya pacar alias sudah putus sama pacarnya, (yang terakhir kali - setahu gue dari foto-foto yang mereka publish di facebook, mirip banget sama dia dari nama sampe muka #yekali. Sebut saja nama mantannya itu, Step. Sudah itu yang paling bagus deh nama samarannya, menurut gue.) karena di status relationshipnya di facebook, Steve single. Jadi jomblo + jomblo = fair kan? Gue pun masi tidak punya prasangka buruk kepada Steve. Tapi anehnya Steve tidak seberapa intens ngechat gue duluan. Karena gue cewek, jadi untuk ngechat cowok duluan adalah hal yang tabu. Yah, seenggak-enggaknya gue tidak terlihat ‘murah’ lah ya di dunia maya macam BBM, Facebook, Twitter, dll. Karena belum tentu ketika elo asyik chat dengan seseorang, orang tersebut juga sedang dalam keadaan yang asyik dan di tempat yang asyik. Kemungkinan mereka berbohong bisa 50%. So far, pengalaman yang gue tahu sih gitu. Apalagi  Steve ini tergolong kriteria cowok cool versi gue karena dia gak seberapa update status di dunia maya. Jadi butuh waktu yang lama untuk gue ngechat Steve duluan. Gue juga pernah tanya alasan dia putus sama pacarnya karena Step adalah cewek posesif. Dia terlalu mengekang pergaulan Steve. Begitu ceritanya sejauh ini. Entah jujur atau mengada-ada. Hari yang gue tunggu-tunggu pun datang,  Steve mengupdate status BBMnya. Gue pun langsung mengomentari statusnya dengan ngechat dia panjang x lebar = luas juga. Dan tanpa disangka, disitu dia nembak gue.
Steve: Kita pacaran yuk?
Me: What? You kidding?
Steve: Gak mau ya?
Me: Hahaha. Bisa aja nih becandanya.
Steve: Seriusan ini.
Me: Gapercaya deh.
Steve: Mau minta bukti apa?
Me: Hmm terserah. Disini gue masih  gak percaya dan gue juga gak berani menyuruhnya untuk memasang photo gue sebagai display picturenya dengan status ‘Will you be my girlfriend?’ karena gue ngerasa itu terlalu ababil dan gue masih gak siap kalau semua temen SD gue tahu kalau gue akhirnya sama Steve, playboy kelas wader jaman SD gue dulu. Lagian, Oh Men! Ditembak by BBM dengan kondisi gue belum pernah ketemuan sama dia langsung setelah sekian tahun dan kita BBMnya juga gak sesering orang PDKT pada umumnya. Tiap jam, tiap hari. Satu lagi, Steve sekalipun gak pernah telepon gue. Emang sih gue gak pernah nyuruh Steve nelpon gue, tapi gue sering pasang status nomer telepon gue, dan dia pun tahu itu. Tapi tidak sekalipun Steve ada keinginan nelpon gue. Timbullah, INI PASTI ADA YANG SALAH di pikiran gue sepanjang hari, minggu dan bulan. Karena kalau gue dengar cerita dari temen gue, dia selalu teleponan, smsan, meskipun belum pernah ketemu gebetannya juga. Tapi secara mereka beda tempat, Surabaya-Solo(kalau gak salah sih). Nah ini, sama-sama tinggal di Surabaya, dan provider kita pun sama. Apa susahnya ketemu dan berbicara sih? INI PASTI ADA YANG SALAH, selalu terngiang dipikaran gue saat kita BBMan. Sampai akhirnya gue menemukan account twitter mantannya dan di timelinenya masih sering mention Steve yang diakhiri dengan emoticon titik dua bintang (baca: kiss) tapi dasarnya Steve kriteria cowok cool versi gue, jadinya dia gak pernah bales mention mantannya itu. Saat gue tanya pun Steve berkilah, ‘yang penting kan, aku nggak mbales mention dia say’. Saat gue ajakin ketemuan juga dia selalu berkilah, ‘iya kapan-kapan ya say. Janji deh.’ Tapi, INI PASTI ADA YANG SALAH dipikiran gue sedikit menghilang dengan sikap-sikap manis yang dia ceritakan. Yang paling manis, terakhir kali yang gue ingat adalah dia mbelain gak ikut satu mata kuliah karena dia ingin mencarikan bahan skripsi gue di perpustakaannya yang emang gue suruh nyariin. Karena ya, universitasnya adalah universitas yang dipakai panutan skripsi terbaik menurut kampus gue. So sweet kan? Menurut gue sih. Padahal gue juga gak tahu keadaan sebenarnya. Bisa jadi, emang lagi nggak ada dosen atau emang lagi libur. Only God knows, I think.
Pada akhirnya, mantan Steve follow twitter gue karena mungkin Step tahu bahwa cuman mentionan gue yang dibalas Steve. Dengan bangganya, karena gue ngerasa menang dan lebih unggul dari Step dan yang paling penting bisa bikin Step jelous, ceritalah gue soal hal itu ke Steve dan dari sinilah tabir sandiwaranya terungkap. Setelah kejadian itu, suatu hari setelah gue lama gak BBMan sama dia juga gegara kehabisan pulsa, gue nemuin Steve twitteran dengan Step dan temannya. Kambuhlah hobby stalk gue. Gue stalking timeline mantannya dan yes, gue nemuin kalau mereka ternyata masih pacaran. Hell yeah! INI PASTI ADA YANG SALAH dipikiran gue selama ini terjawab semua. Tanpa konfirmasi apapun, gue unfollow dia (Step pun juga unfollow gue), walaupun sebenernya nggak ngaruh, karena Steve too old-school dengan dunia maya. Kemudian gue update banyak status tentang Steve di Twitter yang masih berharap dia akan baca dan sayangnya (mungkin) tidak. Hingga beberapa minggu kemudian, setelah Steve menyadari bahwa gue benar-benar menghilang dan tahu skenario yang dia mainkan, dia pun akhirnya baru berani mengupdate display picture mesra dengan Step, dan segala status-status BBM yang menurut gue dulu itu untuk memancing gue supaya BBM dia duluan tapi setelah gue tahu sekarang, semua itu sebenarnya hanya untuk Step. Fvck’n hurt huh! But it’s oke now. Secara gue dasarnya bukan cewek yang gampang percaya gitu aja sama janji tanpa bukti, jadi ya gue nothing to lose. Syukurnya gue gak pernah menanggapi ucapan sayang-cintanya ke gue, emoticon-emoticon kiss and hug yang dia sering kirim sebelum tidur pun selalu gue baca doang dan yang paling penting, gue gampang move on. Sebulan-dua bulan sudah sembuh kok, cuman memang gue gak bisa bohong soal perasaan kalau gue (hampir) terjebak di skenarionya. Thanks to my hobby and social media btw.

Cerita gue yang terakhir ini masih berjalan sampai sekarang kayaknya. Kalau yang ini, gue gak tahu sih posisi gue jadi apa. Antara jadi wanita penggembira atau wanita yang dikejar-kejar gue gak tahu. Jadi ceritanya Afan adalah senior gue dikampus. Dulu waktu dia masih kuliah, dengar-dengar Afan terkenal sebagai playboy. Dari tampangnya sih emang kelihatan, tapi gue juga gak seberapa tertarik deh sama model playboy macam Afan ini. Tepatnya jauh dari kriteria playboy versi gue. HAHAHA. Pertama-tama, gue sempat jadi korban ke-playboy-annya dulu. Yup, katanya Afan suka sama gue. Padahal bulan lalu, gue denger kalau dia lagi getol deketin Novi temen sekelas gue. Karena seperti yang gue pernah bilang, gue gak percaya sama omongan orang yang simpang siur tanpa bukti dan juga Afan bukan kriteria cowok playboy versi gue. Jadi gue anggap semua titipan salamnya (yang disampaikan teman gue) buat gue dan godaannya saat gue lewat adalah kentut. Pretlah.
Suatu hari setelah dia lulus dari sana, dan kita jarang sekali ketemu kecuali kalau dia sedang ada perlu dengan dosen dan jika dia menjemput pacarnya yang sebenarnya, kita bertemu di Facebook. Itupun perlu waktu lama buat gue untuk mengconfirm friend requestnya. Karena saat itu gue benar-benar menganggapnya kentut. Jadi ngapain mengconfirm friend requestnya kentut, soalnya pasti nanti yang dia bicarakan isinya cuman kentut saja. Berbobot tapi gak ada maknanya. Seperti kentut kan, bau tetapi gak ada wujudnya. *Ini jadi ngebahas kentut atau apa sih, woy!*
Akhirnya gue mengconfirm friend requestnya, dan tidak lama setelah itu (dan kebetulan gue juga lagi online lama), Afan pun ngechat gue. Disana gue, masih dengan dinginnya menjawab semua pertanyaan gombalnya. Dari gue lagi mood facebookan sampai mood ancur gara-gara pertanyaan gombalnya akhirnya gue tinggal offline tanpa pamitan. Afan juga sempat minta nomer telepon  gue tapi gak gue kasi dengan alasan, ‘gak punya handphone, adanya pin BB :D’ alih-alih supaya dia gak tanya nomer telepon gue lagi tentunya. Dan berhasil untuk beberapa bulan setelahnya.
Lampu LED merah di BB gue pun nyala, 1 friend request gue klik dan muncul lah nama Afan. What the hell! Ini orang beneran freak deh. Karena gue pernah bilang soal pin BB akhirnya gue mengconfirm friend requestnya di BB. BBMan lah kita. Mulai dari membicarakan bola yang saat itu gue baru ngefans club Liverpool sampai membicarakan kedekatannya dengan cewek-cewek lain, awkward moment bagi gue. Sampai suatu hari kita pergi berdua karena memang gue sudah janji mau pergi berdua dengannya. Disana gue dan Afan tetap membicarakan cewek-cewek yang dikencaninya, termasuk ceweknya yang sebenarnya yang gue tahu dan gue baru tahu kalau dia peramal. Yup, dia berusaha baca pikiran gue dan berhasil. Disamping itu sedih juga ternyata, kisah cinta Afan dan ceweknya yang sebenarnya ini. Mereka sebenarnya saling suka, tetapi terhalang ceweknya yang telah dijodohkan oleh orang tuanya. Tapi gue tahu, Afan cinta mati sama ceweknya yang sebenarnya ini. Buktinya kalau pacarnya yang sebenarnya ini marah dia bingung mau ngapain, bahkan sampa bisa membuatnya stres katanya. Kurang cinta mati apalagi coba. Kesimpulannya, se-playboy/playgirl apapun seseorang, dia pasti sudah punya wanita/pria pilihan hatinya sebenarnya. Jadi meskipun Afan masih sering BBM gue bilang kangen, dan lain sebagainya, gue anggap semua cuman sebagai kentut. Syukurnya, gue bilang ke Afan kalau gue sudah punya pacar yang jauh daripada dia. Percaya gak percaya itu urusan elo. Sekian.


Debar itu selalu ada ketika kita akan bertemu seseorang yang ingin kita temui. Tidak peduli wanita, laki-laki, tua, muda, lansia, dan lain sebagainya. Itulah cinta. Tidak hanya antara lelaki dan perempuan saja, tetapi juga antara anak dan orang tuanya. Adik dan kakaknya. Majikan dengan binatang peliharaannya hingga makhluk hidup dengan Penciptanya ~

Minggu, 11 Agustus 2013

Ilustrasi

Mom menjerit keras ketika Diva baru saja pulang dari sekolah. Ia tersentak kemudian berlari masuk kerumah dan mendapati ibunya tersungkur di lantai sedangkan Dad terlihat geram seperti telah melampiaskan kemarahannya.
“Ada apa ini Mom?”
“Diva, kamu masuk kamar sekarang juga!” sentak Dad
“Dad, Diva sudah 17tahun. Diva sudah cukup dewasa untuk mengerti permasalahan Mom and Dad. Please, semua bisa di bicarakan baik-baik Dad.”
Mom terisak.
“Mom kamu ini masalahnya! Mom kamu ini gak pernah mengerti Dad! Bisanya cuma nuntut dan bersungut-sungut! Dad capek Diva!” Dad membantingkan dirinya ke sofa.
“Dad, sebenarnya aku sudah tahu semua permasalahan kalian. Bagaimana tidak, setiap malam ketika kalian pikir aku sudah pulas, kalian berteriak bersahut-sahutan. Permasalahan kalian cuma satu, tidak ada yang mau mengalah.”
Mom sedikit tenang.
“Coba deh Dad memposisikan diri sebagai Mom yang setiap hari di rumah ngurusin  Boy dan Bray. Mereka itu sudah lagi masa-masanya akhil balik yang Dad tau sendiri kan dimana masa-masa itu adalah masa yang paling sulit di hadapi. Mereka labil dan sulit di kendalikan. Disini Mom merasa suntuk sama seperti yang Dad alami saat ini di pekerjaan Dad. Mom juga harus memposisikan diri Mom sebagai Dad yang dalam pekerjaannya saat-saat ini sangat memeras pikiran dan tenaga.”
“Jadi maksud kamu, Mom harus gimana?”
“Mom cuma perlu mengerti dan memahami Dad, begitu sebaliknya. Kalau Dad lagi cemberut, cobalah menghiburnya kemudian cari tahu apa yang membuat Dad seperti itu, lalu beri kata-kata penguat supaya Dad bersemangat atau apalah. Dan Dad, harus bisa menjelaskan permasalahan Dad saat itu supaya Dad tidak merasa bekerja sendiri. Begitu juga saat Dad pulang kerja dan melihat Mom sedang cemberut, saat itu Dad tidak boleh memaksa Mom untuk tersenyum saat Dad pulang kerja.” Mom dan Dad saling pandang.
“Dad, Mom aku bukan kurang ajar sebagai anak. Aku cuma gak ingin kejadian ini di lihat Boy and Bray. Aku tahu, harusnya mereka juga perlu mengerti masalah ini tetapi cukuplah aku saja yang mengerti semua ini.” Aku menunduk kemudian menangis.
Mom dan Dad merangkul ku.
“Maaf kan kami nak, Dad akan berusaha memperbaiki diri.”

Beberapa minggu, aku tidak pernah mendengar teriakan-teriakan malam itu lagi. Boy dan Bray juga sedikit berubah, emosi mereka tidak lagi meledak-ledak. Aku tidak hentinya berdoa semoga semua kejadian ini tidak pernah berakhir hingga aku menutup mata. Ini bukan karena aku, tetapi ini semua adalah lawatan Tuhan. Bila kita berserah dengan sungguh apapun masalah kita, Tuhan tidak akan pernah tidur. Ia tidak akan menutup telinganya untuk mendengar teriakan doa kita. Tetapi doa tanpa usaha pun tidak ada gunanya. Maka dari itu, marilah kita juga berusaha dengan keras memperbaiki segala kesalahan kita dan menutup kekurangan kita sedikit demi sedikit. We are do the best and let He do the rest. AMIN.

Sabtu, 18 Mei 2013

For my dear bro~


Kamu tau, aku selalu iri saat papa tidak berbuat apa-apa ketika kamu jelas-jelas melakukan kesalahan..
Akupun selalu menggerutu saat papa lebih membelamu..
Aku tau, ini tidaklah pantas diucapkan untuk anak seusiaku..
Apalagi mencemburui adik kandungku ku sendiri bukan lah hal yang normal..
Tapi aku harus mengakuinya karena inilah sebenarnya..

Aku hanya kecewa kepada sifatmu yang tidak tahu bagaimana harus memperlakukan orangtuamu..
Sifatmu yang banyak mengecewakan dibalik tampang polosmu itu..
Aku pikir kamu sudah dewasa untuk bertindak, sehingga harusnya kamu tau mana yang benar yang harus dicontoh dan yang salah yang tidak perlu dilakukan..

Seingatku pun, kita dibesarkan bersama dengan kasih yang diajarkan oleh Tuhan..
Jadi seharusnya meski kita berbeda kelamin, kita tetap bisa membatasi diri untuk pergaulan kita..
Aku tau, ini semua hanya masalah waktu saja..
Tapi yang perlu kamu tau, waktu sekarang tidak akan pernah kembali saat kamu suda terlanjur jatuh terlalu dalam..

Menyesal selalu datang terlambat dan sakit rasanya..
Jadi lebih baik sakit sekarang, bahagia kemudian bukan??
Setidaknya lihatlah papa yang begitu mencintaimu dan berusaha sekuat tenaga untuk memberi yang terbaik untukmu..
Karena kecewa itu juga sakit rasanya, tolong mengertilah..
Upahmu besar di sorga bila kamu membahagiakan orangtua mu terlebih dahulu, yang lebih penting mempermuliakan nama Tuhan lebih tepatnya..

Mempercayai orang lain memanglah tidak baik, tapi apa salahnya untuk menghindarkan diri dari omongan simpang siur itu..
Jika kata mereka "mulutmu harimaumu", katakan saja yang baik-baik supaya hal-hal positif pun terjadi dihidupmu..

Tulisan ini hanya sebagai pengingat..
Jika kau merasa kesepian tak ada teman seorangpun, ada Tuhan Yesus yang masih ditempat yang sama yang bisa kau ajak berkeluh kesah..
Aku disini hanya mampu mendoakanmu supaya kita tetap mampu bertemu di sorga kelak nanti..

Tuhan Yesus menyayangimu adik ku <3

Rabu, 08 Mei 2013

B E R D O A

Hai Tuhan..

Hai..

Lama gak ketemu ya Tuhan ??

Wah iya, berapa lama ya ??

Sudah lupa Tuhan, saking lamanya.. Yang jelas, sejak aku lupa cara mengucap syukur dan tidak tahu cara membagi waktu..

Tenang, aku selalu disini kok..

Aku tahu Tuhan.. Tapi apakah aku masih layak untuk meminta saat aku melupakanMu ??


Bila kau rasa, gelisah dihatimu..
Bila kelam kabut, tak menentu hidupmu..
Ingat masih ada, seorang penolong bagiMu..
Yesus tak pernah, jauh dariMu..

Berseru memanggil namaNya..
Berdoa Dia kan segera menghampiri dirimu..
Percaya, Dia tak jauh dariMu..
Dia hanya sejauh doa..

Bila cobaan menggodai hatimu..
Bila sengsara menimpa keadaanmu..
Ingat Yesus takkan pernah jauh darimu..
Dia selalu, pedulikan kamu..

Berseru memanggil namaNya..
Berdoa Dia kan segera menghampiri dirimu..
Percaya, Dia tak jauh dariMu..
Dia hanya sejauh doa..

Rabu, 20 Maret 2013

yey! I am Apfia Diarni, S.S

Yup, kalau dilihat dari judulnya sudah pasti tersirat maksud sang blogger, betul ??

Bangga banget jadi sarjana tepat pada waktunya.

Walaupun dengan IPK yang pas-pasan dan title yang gak cukup we-o-we tapi gue (lebih dari)cukup bangga dengan mujizat yang Tuhan kasi. Yes, everything happen under His will ! So beautiful in His time (:

ki-ka: Hildha, me, Tami, Madam, Mbak Erna, Mbak Chusnul


Apfia Diarni, S.S ; Venny Yulinda, S.S ; 
Hildha Itsnata Pahlevi Mulyono, S.S



WE ARE SO BLESSED !

Minggu, 10 Februari 2013

Super Romantic Quotes From DraKor

Yup, ditengah serius nyekripshit ngantuk pun datang. Kemudian iseng baca berita, eh dapet link kata-kata romantis yang ada di drakor a.k.a drama korea. Dan gue 'gatel' pengen ngepost di blog.  Dilarang melting kalo gapunya pacar. Hihihi. Check this out!

SECRET GARDEN

Ini bukan karena aku mencintaimu, tapi karena aku hanya mencintaimu. Jika bukan dirimu, aku tak akan punya siapa-siapa. Kau adalah wanita yang luar biasa, - Kim Joo Won
Mulai dari sekarang tak peduli apa yang kau lakukan aku akan tetap menyukaimu. Tak peduli apa yang kau perbuat aku akan memaafkanmu. Untuk semua alasan karena kau sudah bertahan hidup - Gil Ra Im

BBF - BOYS BEFORE FLOWERS

Kenapa kau menyukaiku? Aku tidak cantik, tidak pintar, dan tidak kaya, - Geum Jan Di.
Itu karena aku sudah memiliki semuanya. Aku tampan, aku pintar, dan aku kaya, lantas apa yang aku cari lagi? Karena itu kau hanya bersikap apa adanya, itu sudah cukup untukku - Goo Jun Pyo.

FULL HOUSE

Aku sangat mencintaimu...sampai aku merasa bumi akan meledak. Aku akan menanti sampai samudera mengering dan itu cukup lama, aku tak peduli kalau nanti akhirnya jiwaku terbakar dan menjadi abu - Lee Young Jae

COFFEE PRINCE

Aku ingin hidup denganmu. Untuk sisa hidupku, aku ingin kita makan bersama, berbicara bersama, tidur bersama, dan terus bersama. Apakah aku memiliki alasan lain? - Choi Han Kyul.

MY GIRLFRIEND IS GUMIHO

Aku tak peduli, tak masalah kau ini hantu atau gumiho atau manusia. Selama kau ada di hadapanku itu cukup, dan selama kau akan selalu kembali, itu sudah nyaman untukku - Cha Dae Woong

YOU'RE BEAUTIFUL

Tolong, jangan pergi ke tempat di mana aku tidak bisa melihatmu. Datanglah agar aku bisa menemuimu. Ijinkan aku untuk bisa melihatmu - Hwang Tae Kyung.

PRINCESS HOURS

Ada saat di mana aku ingin kau pergi, namun ada juga waktu di mana aku tidak ingin kau pergi. Jadi sebelum hatiku ingin kau pergi, kita berdua bersama sampai tua sepertinya tidak buruk - Pangeran Shin.

CINDERELLA STEP SISTER

Rasanya sakit ketika aku tidak bisa melihatnya, dan aku melihatnya. Sakit ketika dia di sini atau dia tidak ada. Sakit saat dia tersenyum untukku, atau tersenyum untuk orang lain. Sakit ketika dia memanggil namaku atau tidak. Selama aku tidak menghilang dari dunia ini, aku akan tetap merasa terluka. Namun, ada di sini sepertinya lebih baik. Bisa menyukai dan membencinya lebih baik daripada dia tidak ada di sini - Song Eun Jo.

BRILLIANT LEGACY

Siapa yang peduli atas omongan itu semua? Aku percaya pada dirimu, aku menyukaimu, dan aku ingin bersamamu - Sun Woo Hwa

DREAM HIGH

Aku tidak akan pergi! Dari semula, kau adalah alunan musik yang datang untukku, dan musik adalah dirimu. Itulah kenapa aku ada sampai sejauh ini. Jika kau tidak ada, maka tidak akan ada musik - Song Sam Dong.


Aaakkkkkkkkk so sweet kan kan kaannnn <3
Tapi segini dulu, tar kalo ada lagi gue tambahin yee. Pai !