Powered By Blogger

Selasa, 03 September 2013

Anjing ku malas, anjing ku malang..

Happy birthday, Miko! Yup, tulisan ini gue persembahkan untuk Miko sebagai kado peringatan setahunnya menjadi anggota baru dirumah gue. Miko adalah nama anjing gue. Nama Miko sebenarnya bukan dari gue, tapi dari pemilik lamanya. Benar, gue diberi anjing itu dengan gratis. Jadi daripada susah-susah memberinya nama, dan membiasakannya dengan panggilan nama barunya, lebih baik pakai nama lamanya. Toh nggak jelek-jelek amat nama Miko untuk seekor anjing, bagusan malah menurut gue. Karena saat itu lagi heboh-hebohnya film pendeknya Radhitya Dika, Malam Minggu Miko. Dan kebetulan jadi nama mantan temen gue. Cocok sudah. HAHAHA.
Miko adalah blasteran Kintamani, warnanya coklat, mukanya melas, hobby makan + tidur di pagi hari dan menggonggong gak jelas dimalam hari (belakangan diketahui ternyata dia sedang dalam proses memburu tikus yang sulit digapainya). Dari wajahnya sudah terlihat bahwa Miko punya masa lalu yang kelam. Menurut pemiliknya sebelum gue, Miko ditemukan sendirian di sebuah pos satpam perumahan sedang selonjoran dan kedinginan karena saat itu sedang hujan. Setelah itupun penderitaan Miko belum berakhir. Karena ibu dari pemilik lamanya tidak begitu menyukai anjing maka pada saat sang ibu ada di rumah pemilik lama, maka Miko pun harus disembunyikan di gudang gelap bawah tanah sendirian(lagi). Cukup dramatis bukan?
Mungkin benar bahwa Miko sempat dibuang oleh majikan lamanya karena Miko termasuk anjing yang pasif. Saking pasifnya, bertemu orang baru/asing pun dia hanya lewat saja. Tidak menggonggong seperti anjing lain lakukan. Hal itulah yang membuat  mukanya terlihat sangat melas sekaligus menggemaskan. Saking menggemaskannya Miko sering menjadi ‘boneka’ kelinci percobaan buat gue dan adik-adik gue. Miko pernah dipaksa memakai baju boneka kesempitan, dipake-in topeng Iron man, dipaksa jalan dengan dua kaki sampai, dijadiin model catwalk dengan di dandani super kece. Ajaibnya, Miko diam saja. Tidak ada perlawanan sedikitpun. Pasif. Pasif sama pasrah beda tipis sih.  
Lil monster (adik gue yang bungsu) sayang banget sama anjing satu ini. Beda dengan bokap. Bokap gue sangat anti sama bulu binatang even itu bukan bulu kucing yang sudah terbukti mematikan. Semua bulu yang berserakan dilantai membuat penyakit asmanya kambuh. Ya, beliau alergi udara kotor #pfft. Tapi syukurnya, Miko punya satu kelebihan yang bisa bikin bokap mengijinkannya tetap tinggal disini. Miko expert in catch a mouse, yeah! Saat itu pikiran bokap, cuman Miko yang bisa melakukan hal ini tetapi ternyata ada temannya yang bercerita bahwa anjingnya juga suka memburu tikus. Poor Miko, bokap gue semakin benci sama Miko. Apalagi beberapa minggu ini, Miko belum membunuh satu tikus sama sekali. Bagaimana tidak, tikus yang suaranya gerudukan diatap, Miko malah larinya ke dapur. Sepertinya ada yang salah sama pendengaran Miko. Berkali-kali gue teriakin kalau tikusnya diatap, eh Miko malah buang muka begitu saja. Kurang ajar bener itu anjing, kagak ngerti bahasa manusia. Ckckck. Satu lagi mengenai pendengeran Miko. Kupingnya alergi petasan. Buktinya setiap ada petasan heboh, dia selalu lari kekamar gue dan sembunyi di kolong kasur gue.
‘Miko-miko, kesini cepat, ada petasan!’ teriak gue saat malam takbiran bulan lalu. Miko pun menghampiri gue kemudian menaruh kepalanya langsung di paha gue. What a cute!  Miko pengen dilindungi, saudara. HAHAHA
Saking bencinya sama Miko, bokap selalu mengajukan tawaran dengan lil monster untuk menggorok anjingnya kemudian beli yang baru yang bulunya lebih sedikit dari Miko. But the answer always big NO! Karena saking sayangnya sama Miko, lil monster tidak setuju  apapun yang bokap tawarkan. Walaupun ditukar dengan anjing Siberian Husky, Miko tetap menjadi anjing favoritnya, entah mengapa. Perjuangan lil monster pun berhasil,  Miko tinggal lebih lama dirumah gue. Congratulation Miko, we love you :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar