Hidup bersama orangtua itu tidak lah mudah, bahkan gue rasa sangat sulit. Mau tidak mau kita harus menuruti mereka karena istilah kasarnya, kita masih numpang. Numpang tidur, numpang mandi, numpang makan, numpang nonton TV, numpang pakai fasilitas rumah macam laptop, mobil, motor, kolam renang, treadmill (kalau ada sih. hehe) dan lain sebagainya.
Tapi menurut gue itu semua juga wajar di minta orang tua, kepada kita anak-anaknya. Karena coba lo bayangin melakukan semua itu di luar rumah, berapa duit yang habis lo keluarin? Hari gini woy, gak ada yang gratis. Kencing aja bayar, kecuali elo bukan manusia. Jadi bisa kencing dimanapun, bener kan?? Apalagi kalau kita ingat lagi betapa sengsaranya ibu kita mengeluarkan kita dari dalam perut ke dunia antah-barantah ini. Beliau taruhan nyawa men! Dan kalau lo nge-klaim "kenapa gue di lahirin kalau awalnya saja sudah nyusahin orang tua?" coba mikir lagi, lo punya agama kan ? lo pasti tahu kan, kalau lo di ciptain itu ada tujuannya masing-masing. Dan tujuannya apa, di masing-masing agama sudah di jelaskan. Oke, kalau ngomong agama kayaknya kurang umum ya. Jadi pastinya semua tujuan kita di lahirkan di dunia ini dengan tujuan yang baik, bukan dengan tujuan menghancurkan tetapi melengkapi satu sama lain. Dan kalau lo lebih dewasa dari umur lo, lihat positif nya saja lah kenapa lo di ciptakan.
Lanjut ke kehidupan bersama orang tua. Menuruti permintaan orangtua itu gampang-gampang susah menurut gue, tapi tergantung orang tuanya juga sih. Contohnya gue, orangtua gue termasuk orangtua yang gak neko-neko dan umum sekali diminta oleh semua orangtua. Mereka cuma ingin anak-anaknya pinter dan membanggakan seperti anak-anak lain. Apa menurut lo itu terlalu berlebihan ?? Orangtua mana sih yang kepengen anak-anaknya bernasib tidak seberuntung orangtuanya ?? sedangkan sang orangtua mempunyai jabatan yang patut di perhitungkan. Orangtua mana yang bangga lihat anaknya jadi office boy ?? sedangkan sang orangtua lulusan Sarjana. Bukan maksud gue ngelecehin pekerjaan sih, tapi seenggak-enggaknya kita punya malu dong sama orangtua kita. Seharusnya juga kita punya jabatan/pekerjaan yang lebih baik dong dari mereka. Jadi, tuntutan orangtua saat kita masih tinggal dengan mereka menurut gue masi dalam tahapan wajar-sewajar-wajarnya muke lo #eh. Masih pantas lah mereka mengharuskan kita untuk mengikuti aturan di rumah dan mentaatinya.
Nah kalau keberatan dengan tuntutan orangtua itu, lo pergi deh dari rumah. Coret nama lo dari kartu keluarga dan lo bisa bebas nggelandang kemanapun lo mau, dan lo gak bakal bisa balik ke keluarga lo karena gak ada bukti kalo lo terdaftar di keluarga lo. Kecuali kalau urat kemaluan lo putus ye, dengan seenaknya saja elo tiba-tiba kembali ke keluarga lo karena sudah sadar kalau HIDUP DI LUAR & SENDIRIAN ITU SUPER NYIKSA. Hidup itu tidak semudah yang lo lihat dengan pandangan 5 meter di depan lo, tapi lo juga musti lihat banyaknya "polisi-polisi tidur" yang ada 5 kilometer di depan lo.
Yang penting disini, kalau lo merasa keberatan dengan aturan-aturan rumah lo, take it easy. Misalnya lo kan pasti punya saudara nih, kandung atau bukan kandung alias beda orangtua, lo tinggal ngomong enak-enakan lah sama mereka. Mereka pasti bantu kok, kecuali saudara lo itu keturunannya Sumanto yang tega makan bangkai manusia. Contohnya gue nih, gue anak pertama dan punya dua adek laki-laki. Gue tergolong kakak yang emosian, emosian disini bukan berarti gue egois ya, tapi gue cuma kurang ahli dalam mengontrol kemarahan. Jadi kalau ada kerjaan atau sikap adek gue yang berbeda sama yang gue suruh, gue marah. Dan alhasil adek gue males banget kalau gue mintain tolong, karena mereka gak suka kena marah dari gue. Nah, berhubung sikap emosi gue ini turunan dari nenek moyang gue, jadi sebisa mungkin gue kurangin emosi gue dengan meminta tolong selembut-lembutnya ke adek-adek gue dan akibatnya gue gak bisa nyuruh adek gue melakukan sesuatu yang akhirnya dia tidak bisa menyelesaikan dengan benar. Seenggak-enggaknya sama-sama untung lah, gue nyuruh dan dia melakukan hal yang tidak sesulit suruhan gue. Get it ?? Emosian itu gak guna loh guys, sudah bikin umur kita makin pendek plus bikin kita lebih cepat capek dari biasanya.
Intinya tulus itu sangat penting dalam menjalankan segalanya. Rasanya itu seperti telah memberi sedekah berjuta-juta ke yatim piatu sama panti jompo lo guys. Coba-in deh! Akibatnya mungkin gak lo rasain sekarang tapi lihatlah masa depan lo yang cerah disana kalau lo mentaati semua omongan orangtua lo. Mengutip kata-kata dari pendeta gue sih, TAATI SAJALAH TOH GAK DI SURUH PERANG. APA SUSAHNYA SIH..
Memang sih, ngomong itu lebih gampang daripada melakukan. Gue cuma minta doa kalia saja supaya gue dan adek-adek gue tidak emosian lagi dan mampu membahagiakan orang tua gue akhirnya.thanks #KNH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar